Pandangan “PEMIMPIN” Dalam Islam

pemimpin-          Assalamualaikum sobat pembaca yang setia. Maaf baru bisa hadir ditengah kalian karena tugas tugas yg begitu banyak. Berhubung nanti pada tanggal 9 Juli 2014 (sekitar 2 hari lagi) akan diaadakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, saya akan membahas sedikit nih apasih pandangan islam dalam melihat sosok pemimpin. Semoga artikel ini bisa memberikan sedikit pengertian untuk para pembaca.

KONSEP ISLAM DALAM MEMILIH PEMIMPIN

        Para calon pemimpin, baik yang akan mempamirkan diri sebagai pemimpin terbaik yang layak dipilih masyarakat untuk membawa, agama, bangsa dan negara maju dan makmur di masa depan. Bagaimanakah Islam memandang tentang Pemimpin dan Kepemimpinan, serta seperti apakah pemimpin yang baik itu ? Mari kita baca sekilas tentang apa saja sih pandangan pandangan islam tentang pemimpin. Selengkapnya

Advertisements

40 Fakta Menarik Tentang Islam

     Sebagian besar orang didunia ini, baik yang non islam maupun yang beragama islam pasti ingin tahu seberapa besar kebenaran agama islam. Maka dari itu saya ingin share kepada para pengunjung sekalian FAKTA – FAKTA tentang kebenaran islam. Berikut adalah fakta – faktanya :

1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia (walaupun salah mahomed..mohammed..dll) dan menempati urutan nomor dua di negara Inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )
2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam
3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk
4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hak antara pria dan wanita ( secara perhitungan matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24
5. Tidak ada apa-apa di dalam Ka’bah
6. Islam merupakan agama yang pertumbuhannya paling cepat di dunia menurut banyak sumber, diperkirakan akan menjadi agama nomor 1 pada tahun 2030

Hukum Fotografi dan Hukum Mengoleksi Foto-Foto Artis

Mengenai foto dengan kamera, maka seorang mufti Mesir pada masa lalu, yaitu Al ‘Allamah Syekh Muhammad Bakhit Al Muthi’i – termasuk salah seorang pembesar ulama dan mufti pada zamannya – di dalam risalahnya yang berjudul “Al Jawabul Kaafi fi Ibahaatit Tashwiiril Futughrafi” berpendapat bahwa fotografi itu hukumnya mubah. Beliau berpendapat bahwa pada hakikatnya fotografi tidak termasuk ke dalam aktivitas mencipta sebagaimana disinyalir hadits dengan kalimat “yakhluqu kakhalqi” (menciptakan seperti ciptaanKu …), tetapi foto itu hanya menahan bayangan. Lebih tepat, fotografi ini diistilahkan dengan “pemantulan,” sebagaimana yang diistilahkan oleh putra-putra Teluk yang menamakan fotografer (tukang foto) dengan sebutan al ‘akkas (tukang memantulkan), karena ia memantulkan bayangan seperti cermin. Aktivitas ini hanyalah menahan bayangan atau memantulkannya, tidak seperti yang dilakukan oleh pemahat patung atau pelukis. Karena itu, fotografi ini tidak diharamkan, ia terhukum mubah.
Selengkapnya

Ilmu menjaga pandangan, tangan, dan hati

“Sahabat muslim jagalah pandangan dan tanganmu, sahabat muslimah jagalah akhlak dan pakaianmu”

Pendahuluan

Pada zaman sekarang ini duni penuh dengan kalimat yang bernama “FITNAH”. Oleh karena itu, kita harus lebih waspada dalam hal menjaga tutur kata, sikap, dan hati agar tidak terjerumus ke dalam jurang fitnah dajjal maupun manusia.

Suatu hari saya pernah membaca artikel tentang menjaga hati, tangan, dan mata kita agar selalu dalam lindungan Allah SWT. Artikel ini bermaksud untuk memberitahukan kepada seluruh kerabat muslim dan muslimah agar tahu betapa pentingnya menjaga haati dan pikiran.

Silahkan menimba ilmu dan semoga bermanfaat 🙂

1. Menjaga Pandangan

Selengkapnya

Inilah Penyebab Orang Malas Berjama’ah di Masjid

Di lingkingan kita, banyak sekali bertebaran masjid. Dalam satu desa saja biasanya ada beberapa masjid dan lebih dari 10 mushola. Namun ketika panggilan sholat dikumandangkan, hanya beberapa gelintir orang saja yang datang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mungkin saja hal ini terjadi karena faktor individu, yang malas melangkahkan kaki ke masjid. Atau bisa juga disebabkan oleh faktor budaya. Di Indonesia, sholat jama’ah memang belum begitu membudaya. Orang lebih suka sholat dirumah ketimbang di masjid.
Selain itu, ada juga faktor yang disebabkan oleh kondisi masjid itu sendiri. Yang membuat paja jama’ah malas pergi ke masjid. Berikut ini BloggerMu kutipkan pendapat Muhammad Nur yang ditulis di Kompasiana berkaitan dengan masalah tersebut:
%d bloggers like this: